KERASULAN DAN KENABIAN

Peristiwa kenabian dari Nabi Adam as dan Isa as keduanya adalah sama, yaitu pada saat setelah diciptakan keduanya telah menjadi nabi dan menyampaikan risalah Allah walaupun masih kecil, kita tidak tahu apakah Nabi Adam as mengalami proses masa kecil, tetapi suatu hal yang pasti bahwa Nabi Adam as menjadi nabi semenjak setelah diciptakan. Walaupun Adam diwujudkan tanpa ibu dan bapak. Kesamaan mereka berdua adalah pada ciptaan. Dan ini menunjukkan mereka adalah manusia biasa, kerana manusia dicipta dari tanah sebagaimana diterangkan dalam ayat berikut : Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imron 3 : 59) Pada kenyataannya Isa as diciptakan melalui proses masa kecil dan menjadi nabi bahkan telah berdakwah walaupun masih dalam ayunan seperti keterangan ayat berikut ini : 29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" 30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Maryam 19 : 29-30) Dalam ayat diatas diterangkan Isa masih dalam ayunan yang berarti masih bayi yang belum dapat berjalan sudah dapat berbicara dan menjelaskan status ke-nabiannya dan pemberian wahyu kepadanya. Hal ini memang berbeda dengan para nabi yang lain yang sebagian besar nabi Allah menerima wahyu dari malaikat jibril setelah para nabi itu dipandang cukup usia untuk menerima wahyu, maka Allah mengkhususkan dan melebihkan kepada Nabi Adam dan Isa as menjadi nabi dan rasul semenjak usia 0 (nol) tahun. Isa dan beberapa orang rasul telah dilebihkan Allah dari rasul-rasul lain yang berarti masing-masing rasul mempunyai kelebihan dan keunikan masing-masing. Dan kelebihan dari Isa adalah menjadi nabi dan rasul mulai awal kehidupannya, karena ditiupkan ruh-Allah secara langsung dalam penciptaan mereka. Dia memberi bukti-bukti yang jelas serta mengukuhkannya dengan Roh Suci (Ruhul Qudus). Firman-Nya: Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Al Baqoroh : 253) Walaupun ada kelebihan dan keunikan yang merupakan ciri khas dari masing-masing nabi, manusia dilarang oleh Allah untuk membeda-bedakan antara para Rasul dan Nabi. Larangan itu berbunyi sebagai berikut : Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya. (Al Baqoroh : 136) Akibat membeda-bedakan nabi atau rasul dapat dilihat pada hari ini, yaitu Isa as dipercayai oleh umat kristen sebagai Tuhan atau anak Tuhan, sehingga banyak membawa manusia pada jalan kesesatan. Kelebihan dari Isa as yang telah dijelaskan diatas merupakan karunia yang diberikan Allah kepada manusia-manusia pilihan Allah, jika manusia itu adalah nabi maka disebut Mu’jizat, dan jika buakan nabi disebut karomah. Sebenarnya mu'jizat adalah hasil dari berlakunya berbagai sunatullah yang tampak luar-biasa, khususnya dari sudut pandang umat manusia pada jaman terjadinya mu'jizat itu. Mu'jizat pada umumnya dianggap sebagai suatu tanda, bahwa para nabi-Nya itu telah memiliki berbagai kelebihan dan keistimewaan dari segi keilmuan (lahiriah dan batiniah), dibandingkan seluruh umat manusia pada jamannya, terutama agar umat kaumnya mau mengikuti ajaran-ajaran agama-Nya yang sedang disampaikannya, bahkan mu’jizat ini kebanyakan akan meninggalkan bekas, jejak atau sisa walaupun jejak tersebut masih banyak menjadi misteri sampai pada abad ini, sehingga apa yang diajarkan oleh para nabi itu tidak hanya diterima pada saat nabi tersebut hidup, tetapi juga setelah para nabi meninggal dunia. Diterangkan dalam Al Qur’an, Isa telah dikurniakan dengan beberapa mukjizat yang dijelaskan pada ayat berikut : (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu Menulis, Hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata. (Al Maidah 5 : 110) Keterangan Allah SWT dari ayat ini memberikan penjelasan tentang mu’jizat-mu’jizat yang dikaruniakan Allah SWT kepada Isa as yang dapat kami rangkum dalam kronologi kehidupan beliau sebagai berikut : Kisah Mu’jizat Isa As dalam Al Quran Usia Peristiwa selama hidup Dikuatkan dengan Ruhul Qudus antara 0-12 tahun Berbicara di waktu kecil antara 30-33 tahun Berbicara sesudah dewasa antara 12-30 tahun Menulis Hikmah antara 0-33 tahun Menulis Taurat antara 30-33 tahun Menulis Injil 5 tahun Membentuk burung dari tanah, kemudian ditiupnya sehingga menjadi burung yang sebenarnya antara 30-33 tahun menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu antara 30-33 tahun menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak antara 30-33 tahun Mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) 33 tahun Diselamatkan dari pembunuhan yang direncanakan bani Israil Al Qur’an tidaklah menerangkan secara detail tentang kisah hidup Isa as, melainkan hanyalah secara global sehingga bagi manusia yang ingin mengetahui kisah hidup Isa lebih dalam, maka perlu untuk berfikir mendalam tentang isyarat yang telah dikabarkan di dalam Al Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Jikalau masih memerlukan referensi lain, maka para ulama sepakat untuk dapat mengambil beberapa referensi dari Al Kitab selama tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, karena sekalipun dalam bentuknya yang telah diubah, kitab itu masih menyimpan sisa-sisa keindahan, sehingga dalam Al Qur’an pun memberikan gelar yang sangat sopan kepada nasrani dan yahudi dengan Ahlul Kitab. Barulah setelah kitab ini (Taurat dan Injil) dapat diambil referensi dari berbagai sumber yang lain. Mengenai beberapa penemuan di abad ini, jikalau itupun dapat dipertanggung jawabkan dan tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis maka juga dapat diterima adanya. Mu'jizat Isa as yang di terangkan diatas ditunjukkan kepada kaumnya agar kaumnya mau mengikuti ajaran-ajaran agama Allah yang sedang disampaikannya, dan tentulah mu’jizat ini meninggalkan bekas sehingga dapat menjadi bukti agar dapat diterima oleh kaumnya yang tidak menyaksikan secara langsung. Mengenai keterangan usia yang kami cantumkan diatas, diambil dari beberapa referensi di luar Al Quran.